DONASI PESANTREN YATIM

Mari kita bantu pembangunan pesantren yatim dengan sedekah/infaq harta yang kita punya saat ini.  Follow terus proses pembangunan pesantren yatim di instagram @PesantrenYatim

Bagi teman-teman yang ingin membantu untuk pembangungan pesantren yatim bisa lihat gambar dan video berikut ini.









1. Bolehkah saya bergabung.?
👉 semua orang yang peduli kepada anak-anak Yatim dan ingin mendapat pahala boleh ikut bergabung.

2. Bagaimana saya jika ingin bergabung.?
👉 Bisa langsung transfer setiap bulannya ke salah satu rekening yayasan.

3. Apakah harus konfirmasi setelah transfer.?
👉 tidak harus konfirmasi, tapi boleh melakukan konfirmasi

4. Apa bedanya No 081363662002 dan 081363662003 .?
👉 NO WA 2002 khusus konfirmasi Donasi, sedangkan WA 2003 khusus konfirmawi WAKAF

5. Kapan saya harus transfer.?
👉 Boleh kapan saja sesuai komitmen masing-masing

6. Apakah boleh transfer lebih dari 10rb.?
👉 Sangat boleh sekali

7. Apakah saya boleh transfer seminggu sekali.?
👉 jika mampu lebih banyak berbagi dan lebih sering berbagi, Alhamdulillah sangat dibolehkan

7. Apakah saya harus mengajak teman, atau keluarga untuk mengikuti program patungan ini
?
👉 Anda tidak harus mengajak siapapun untuk mengikuti program patungan, tapi jika anda mau memiliki pahala lebih banyak dan ingin disurga bersama sahabat atau keluarga anda harus mengajak mereka.

8. Apakah saya boleh berkunjung ke Pesantren.?
👉 semua donatur boleh menginap dan menggunakan fasilitas pesantren saat berkunjung ke pesantren seperti berkuda, memanah dan lainnya dengan mengikuti aturan pesantren

9. Dimana alamat pesantren.?
👉 pesantren kedepannya InsyaAllah dibangun di berbagai kota di Indonesia, untuk saat ini baru di bangun di sukabumi. Pesantren Yatim Yayasan Cinta Dakwah Indonesia
KP Pasir Gede RT 003/010
Jl. Pasir Gede, Nyalindung,.
Sukabumi, Jawa Barat 43196
(0266) 6482074

Google Map https://goo.gl/maps/aiugXahRYfQ2

10. Pertanyaan lainnya bisa melalui WA
Fira 081363662002
Yusuf 081363662003

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[2].

Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar[3].

Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa[4].

Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu[5].
Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya[6].

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”, karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:

1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).

2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia[7].

3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram[8], sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.

 وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

[1] HSR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659).

[2] Lihat kitab “’Aunul Ma’buud” (14/41) dan “Tuhfatul ahwadzi” (6/39).

[3] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113).

[4] Lihat kitab “an-Nihaayah fi gariibil hadiitsi wal atsar” (5/689).

[5] Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113) dan “Faidhul Qadiir” (3/49).

[6] Ibid.

[7] Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 3778), lihat juga kitab “Tafsir al-Qurthubi” (14/119).

[8] Mahram adalah orang yang tidak halal untuk dinikahi selamanya dengan sebab yang mubah (diperbolehkan dalam agama). Lihat kitab “Fathul Baari” (4/77).

artikel dikutip dari https://muslim.or.id/8601-keutamaan-menyantuni-anak-yatim.html

0 Response to "DONASI PESANTREN YATIM"

Posting Komentar